Tentukan Mana Tidak Utang Tapi Pembangunan Infrastruktur Lambat
Tentukan Mana Tidak Utang Tapi Pembangunan Infrastruktur Lambat

Tidak Utang Tapi Pembangunan Infrastruktur

Sharing is caring!

Tentukan Mana Tidak Utang Tapi Pembangunan Infrastruktur Lambat

LembarPeristiwa – Sekarang ini utang pemerintah sudah menjangkau Rp 4. 000 triliun. Hal itu dikerjakan manfaat menggenjot pembangunan infrastruktur.

Menteri Koordinator Bagian Perekonomian Darmin Nasution menyebutkan, ketentuan utang itu dikerjakan manfaat menguber pembangunan infrastruktur yang dipandang ketinggalan dari negara beda. Di bagian beda, Indonesia sekarang ini tidak mempunyai tabungan yang cukup untuk membiayai semuanya pembanunan itu.

” Kalau kita itu, memanglah butuh membuat infrastruktur ya kan. Kita saving-nya kurang tinggi hingga kita butuh dana itu juga bukannya suatu hal yang terlalu berlebih diluar kontrol karna rasio utang kita pada PDB-nya itu masih tetap rendah dibanding dengan sebagian negara beda, ” tuturnya di Kementerian Koordinator Bagian Perekonomian, Jakarta, Selasa (20/3/2018).

Ia menuturkan pembangunan infrastruktur bisa beresiko positif untuk perkembangan ekonomi. Umpamanya dengan membuat pelabuhan sampai bendungan.

” Sesungguhnya pilihannya mungkin pemerintah tidak menaikkan utang tapi infrastrukturnya diperlambat. Ingin tentukan yang mana? ” kata Darmin.

BACA JUGA : Tips Langkah Bermain Bandar 66 Online

” Buat infrastruktur itu kan untuk menghidupkan ekonomi orang-orang. Pelabuhan serta jalan kereta api, bendungan, macem-macem. Bila itu dibuat itu juga akan menghidupkan ekonomi, ” sambung dia.

Tetapi, ia mengaku pembangunan infrastruktur sekarang ini memerlukan saat. Hingga hasil yang didapat akan tidak selekasnya didapat.

” Memanglah persoalannya kan membuat infrastruktur itu bukanlah satu tahun dua th.. Dia itu membuat dam dapat bertahun th. hingga pengeluarannya telah berlangsung. Tapi akhirnya belum juga dapet, ” katanya.

” Mengapa? Karna infrastrukturnya belum juga usai tapi jalan. Kurun waktu dekat kita juga akan laporkan ke presiden tentang perubahan infrastruktur strategis. Agar terang ada berapakah yang telah usai, ada berapakah yang tengah dibuat, ada berapakah itu jumlah serta nilainya lho, ada berapakah yang pembangunannya jalan jauh menanti tidaklah terlalu lama usai dan sebagainya, ” katanya.

Oleh karenanya masalah utang itu adalah pilihan serta bukanlah paksaan. Sebab pada pilih kurangi hutang atau kurangi pembangunan infrastruktur.

” Hingga masalah itu yaitu masalah pilihan bukanlah karna sangat terpaksa. Mungkin tidak berhutang dikurangi, tapi dikurangi membuat infrastruktur nya. Ingin tentukan yang mana, ” ujarnya.

Ia juga menilainya hal itu tidak dapat diperkembang ke gosip politik. ” Jadi, itu cuma diperkembang ke arah gosip politik yang sebenarnya pilihannya mungkin pemerintah tidak menaikkan utang tapi infrastruktur nya mungkin saja diperlambat, ” tutupnya.

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Di Depan Jokowi, Partai Golkar Tolak Gerakan People Power

Di Depan Jokowi, Partai Golkar Tolak Gerakan People Power

LembarPeristiwa ~ Di Depan Jokowi, Partai Golkar Tolak Gerakan People Power. Ketua Umum Partai Golkar Airlangga ...

   
x