X Situs Poker Online
Pokermas99 Memoriqq Asianpoker88 Pokermas88

Protes Peringatan 4 Tahun Kudeta, Warga Thailand Turun ke Jalan

Sharing is caring!

LembarPeristiwa ~ Protes Peringatan 4 Tahun Kudeta, Warga Thailand Turun ke Jalan. Ribuan polisi Thailand berpatroli di jalan-jalan Kota Bangkok sementara para demonstran bersiap-siap untuk berpawai dengan tujuan menuntut militer mengadakan pemilu.

Meskipun terdapat larangan mengadakan perkumpulan politik, para demonstran berkumpul untuk memperingati empat tahun kudeta militer Thailand yang menggulingkan pemerintahan Yingluck Shinawatra pada 22 Mei 2014.

Perdana Menteri Prayut Chan-O-Cha, yang menjabat sebagai panglima militer semasa kudeta, telah mengisyaratkan bahwa pemilu akan diadakan pada Februari, tapi para demonstran menghendaki pemilu diadakan November.

Pemerintah juga telah berulang kali menunda pemilu, yang sebelumnya direncanakan 2015, demikian dikutip dari laman VOA Indonesia, Rabu (23/5/2018).

Junta, yang disebut sebagai Dewan Nasional bagi Perdamaian dan Ketertiban Thailand, menghadapi ketidakpercayaan publik, menurut berbagai jajak pendapat internasional dan domestik yang mengatakan korupsi sangat endemik.

Protes-protes menentang kekuasaan militer telah terjadi sejak awal tahun, sebagian diorganisasi oleh mahasiswa, dan lainnya oleh “Kaus Merah” atau para pendukung mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra, yang digulingkan tahun 2006 dan lari ke luar negeri.

Adiknya, Yingluck, digulingkan lewat kudeta tahun 2014 Thailand. Dia juga tinggal di pengasingan di luar negeri.

155 Tokoh Thailand Dicegah ke Luar Negeri

Protes Peringatan 4 Tahun Kudeta, Warga Thailand Turun ke Jalan

Pada saat itu, angkatan bersenjata Thailand mengambil alih kekuasaan pemerintahan setelah dua hari menetapkan status darurat militer. Kepala Angkatan Bersenjata Prayuth Chan-Ocha menunjuk dirinya sendiri sebagai pelaksana tugas Perdana Menteri.

Seperti dimuat BBC pada 2014, dalam kudeta militer ini, 155 tokoh nasional dicegah ke luar negeri oleh pihak militer. Selain itu, 100 tokoh politik dipanggil petinggi tentara.

Perdana Menteri terguling Yingluck Shinawatra dikabarkan saat ini tengah menemui petinggi militer di Bangkok. Koresponden BBC, Jonah Fisher melaporkan, adik mantan PM Thaksin Shinawatra itu sudah meninggalkan lokasi persembunyian.

“Belum diketahui apakah dia (Yingluck) saat ini berstatus tahanan atau tidak,” ujar Jonah. Yingluck dipecat Mahkamah Konstitusi, awal Mei ini, karena dinyatakan bersalah telah menyalahgunakan kekuasaan.

Sementara, kata Jonah yang berada di Bangkok, sejumlah pejabat pro pemerintah yang dikudeta militer saat ini dilaporkan bersembunyi.

Meski menetapkan kondisi darurat, Kepala Angkatan Bersenjata Prayuth menjamin kondisi Thailand tetap aman. Ia pun meminta warga untuk beraktivitas seperti biasanya.

“Dalam rangka memulihkan stabilitas negara, semua warga harus tetap tenang dan beraktivitas atau bekerja seperti biasa,” ujarnya dalam pidato pasca-kudeta militer di televisi.

Kerusuhan politik terjadi di Thailand sejak November 2013. Kaum oposisi mendesak Yingluck Shinawatra, PM saat itu, mundur karena mencoba meloloskan RUU Amnesti yang berpotensi membebaskan kakaknya, mantan PM Thaksin Shinawatra, dari jeratan kasus korupsi. Thaksin kini bersembunyi di Dubai, Uni Emirat Arab.

Gelombang protes coba diredam Yingluck dengan mempercepat pemilu menjadi Februari 2014. Namun, oposisi tak terima dengan pemungutan suara yang dinilai terjadi banyak kecurangan.

Yingluck pada akhirnya dilengserkan Mahkamah Konstitusi (MK) Thailand awal Mei ini. Ia dinyatakan bersalah atas kasus penyalahgunaan kekuasaan.

Sekitar 28 orang tewas akibat gelombang protes dan bentrokan di Thailand sejak akhir 2014 hingga sekarang. Ribuan orang lainnya terluka.

Protes Peringatan 4 Tahun Kudeta, Warga Thailand Turun ke Jalan

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *